img.w2bsmly { height: auto !important; vertical-align: middle !important; width: auto !important; border:0px !important; }

blogger

Labels

Welcome

Welcome Pictures

Senin, 01 Juli 2013

Introvert, but.. hey I am Happy..!!



Hari ini tanggal satu Juli, airmata tak hentinya keluar dari mata ini, tenggorokanku tersekat dan dadaku terasa sesak. Aku tak mengerti dengan semua yang terjadi, aku berusaha mengernyitkan dahi dan mencoba mengingat semua hal yang telah ku lalui. Yah, ternyata aku telah kehilangan segalanya. Yang aku maksud segalanya adalah orang-orang yang ada disampingku, yang selalu menguatkanku, tempat aku mencurahkan tangis dan bahagia, mereka sudah tak ada lagi. Mereka pergi.
Tinggal aku sekarang, terduduk diam memandang kosong. Kamar tempat ku bersembunyi dari dunia luar sepertinya tak lagi menyenangkan. Biasanya saat masuk kamar aku merasa “bahagia” dan bisa melupakan segala hal yang membuatku muak. Tapi sekarang aura kamar ini begitu suram, seakan tak ada jiwa lagi di dalamnya. Menyedihkan.
Akhirnya aku berusaha menenangkan diri dengan menulis. Terkadang memang ada beberapa hal yang hanya bisa aku ungkapkan lewat tulisan. Mungkin karena aku tak mampu untuk mengatakan apa yang aku rasakan. Yeah, aku memang seorang “introvert”, sekeras apapun orang yang berusaha membuka diriku tetap tak akan bisa. Sebab aku memang tak mau semua tahu orang macam apakah aku ini.
Hal ini memang aneh, dan terjadi entah sejak kapan. Mulanya saat kecil aku adalah orang yang terbuka dan senang bergaul dengan siapapun, tapi ternyata ada sebuah insiden yang terjadi hingga akhirnya aku menjadi introvert seperti sekarang. Sebenarnya aku memang tak ingin mengungkap jati diriku, tapi ya aku pikir memang sudah saatnya semua orang tahu dan aku tidak akan perlu untuk berpura-pura lagi. Biarlah orang tahu apa adanya diriku.
Menjadi seorang introvert adalah hal yang tidak menyenangkan (trust me). Karena pada kenyataannya aku tidak bisa dekat dengan semua orang. Aku memang punya banyak teman, tapi tidak semua teman bisa dekat denganku (secara emosional). Hanya orang tertentu saja yang mempunyai rasa ketulusan lebih yang akan berada disampingku dan menjadi sahabatku. Dan untuk mereka yang menjadi sahabatku, aku pasti selalu berusaha menjadi sahabat terbaik bagi mereka. Tak jarang juga aku sering berkorban untuk mereka dan memberi perhatian lebih agar mereka bahagia. Tapi untuk orang yang hanya sekedar pura-pura atau ingin memanfaatkanku saja, sudah dipastikan aku akan menjauhinya dan aku tidak akan respect dengannya. Sebab aku benci dengan orang yang bermuka manis di depan tapi ternyata ada maunya cuma sekedar memanfaatkan aku. Apapun alasannya memanfaatkan ku tetap saja aku tidak terima, sebab persahabatan itu bukan untuk memanfaatkan sahabatnya (dalam bentuk apapun) melainkan untuk saling mengerti, memahami, menemani dikala sedih atau senang dan dilandasi rasa ketulusan. Sekali saya tekankan Ketulusan!”.
Pernah ada yang bertanya padaku, bagaimana caraku melihat seseorang itu tulus atau tidak? Ya secara simple dan gamblang aku menjelaskan “melalui pengamatan” dan “rasa nyaman”. Kedua hal tadi adalah yang biasanya aku lakukan saat mencari teman maupun saat ada yang memintaku menjadi temannya. (Maaf) bukannya sombong memang ada banyak yang memintaku untuk menjadi teman, apalagi saat perkuliahan S1 ini. Untuk situasi tersebut aku akan menjawab “iya aku mau jadi temanmu”, karena aku tidak lupa menjalin persaudaraan  dengan menjadi teman itu hal yang sangat penting. Tapi tunggu dulu karena untuk naik level yang lebih tinggi menjadi sahabatku maaf saja tidak semudah itu. Pada saat inilah aku mulai mengamati siapa saja teman yang datang padaku, apakah dia tulus berteman atau cuma ingin memanfaatkan ku saja. Misalnya saja pernah ada seorang teman yang baru kenal tapi sok akrab dan langsung pinjam uang (iya kalau dikit, lha ini banyak banget) hampir sekitar 600 ribu. Lalu ya aku jawab “Gile aje lu uang segitu mah gue kagak ada, uang saku sama buat bayar kost aja pas-pasan eh lu malah mau ngutang”. Nah sudah jelas aku nggak akan menjadikan dia sahabatku. Tapi dengan orang yang setia menemaniku, menanggapi pembicaraanku dengan apa adanya (tanpa pura-pura), nyambung di ajak bercanda, dan yang paling penting aku nyaman dengannya, sudah pasti aku menjadikan dia sahabatku. Dan otomatis aku akan menjaga dia dan membahagiakannya, karena aku juga ingin menjadi sahabat terbaik untuknya.
Seperti sahabat-sahabat yang aku miliki sekarang sekitar 5 orang, ya memang jumlah yang sedikit tapi hanya merekalah tempatku berbagi apapun. Mencurahkan segala keluh kesahku bahkan tangisanku. Selama beranjak dewasa ini aku tak pernah menangis di depan orang bahkan di depan orangtuaku sendiri. Aku selalu tersenyum, tertawa dan bahagia seperti hidupku ini sempurna. Tapi hanya kepada sahabatku aku berani menangis (secara live). Dari 5 orang sahabatku hampir semuanya sudah pernah melihat aku menangis. Mereka juga sudah tahu (dan mungkin hafal kebiasaan baik atau buruk ku), tertawa bersama ku, menangis bersama dan melakukan hal yang gokil bersama..hahaha. Yeah, aku ini aslinya memang orang gokil dan untuk menunjukkan ke ’gokilan’ ku (lagi-lagi) seseorang itu harus menjadi sahabatku. Selama ini sahabatku sering mengatakan aku adalah sahabat terbaik dan tergokil yang mereka miliki, karena aku tak pernah kehabisan ide untuk melakukan hal yang menyenangkan dan tertawa bersama-sama. Adalah hal yang paling membahagiakan juga bagiku memiliki mereka (sahabat-sahabatku), merekalah pengobat hatiku, inspirasiku, dan sumber semangatku menghadapi dunia yang penuh kepalsuan. Benar, merekalah (sahabat-sahabatku)  orang paling ‘apa adanya’ dan tidak munafik’ seperti orang-orang kebanyakan yang pernah aku kenal. Meskipun sekarang mereka berada jauh dan sedang menggapai mimpi masing-masing, aku tetap senantiasa mendoakan yang terbaik untuk mereka. Semoga suatu saat nanti kita dipertemukan lagi dalam keadaan sukses karena telah berhasil memetik bintang dilangit yang selama ini selalu kita impikan bersama. :)
Love u so much guys, you are the best friends that I ever have.. :) *hugs

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Informasi di Wikipedia

Hasil penelusuran