img.w2bsmly { height: auto !important; vertical-align: middle !important; width: auto !important; border:0px !important; }

blogger

Labels

Welcome

Welcome Pictures

Selasa, 07 Oktober 2014

Kita (masih) Sahabat, kan?

Belakangan ini aku bingung dengan sahabatku yang bernama mbak Diyan Opka Vandisia. Ya aku tak tahu kenapa sikapnya berubah begitu dingin kepadaku. 

Sebelumnya akan aku ceritakan siapa dia, mbak Diyan adalah teman kuliahku saat S1 di jurusan Ilmu Informasi dan Perpustakaan Universitas Airlangga Surabaya. Orangnya polos, baik hati dan suka sekali menolong orang lain. Hal positif yang aku dapat dari dia adalah dia selalu berpikir positif tentang orang lain yang ada di sekitarnya.Bahkan, jarang ku temui dia menjelek-jelekkan orang lain. Ya.. mbak Diyan adalah sosok sahabat yang baik, sangat baik malah.Sedangkan aku tak sebanding dengannya. Banyak sifat buruk yang aku miliki tapi mbak Diyan masih mau dengan senang hati menerimaku sebagai sahabatnya. Aku benar-benar bersyukur memiliki sahabat baik seperti dia.

Masih jelas ku ingat awal pertama kita bertemu, saat itu sedang ada acara ospek dikampus dan kita makan siang  bareng di Galeri Fisip. Lalu kita mulai ngobrol-ngobrol dan bercanda. Sejak saat itu kita adalah sahabat, ya sahabat.. Aku bangga menyebut mbak Diyan sebagai salah satu sahabat baik ku. :)

Selama beberapa tahun menempa ilmu di IIP, banyak hal yang telah lakukan bersama-sama. Saat yang lain kesusahan kami akan saling membantu. Sebisa mungkin aku selalu berusaha ada untuk membantu dia. Selain itu kami juga pernah berjanji menerbitkan buku bunga rampai duo Somplak.. hahaha.. entah apa dia masih mengingat itu.
Kenangan demi kenangan terlintas jelas di mataku di iringi dengan sikap mbak Diyan yang semakin menjauh. Ya, sejak kami lulus bulan Agustus, kami jarang sekali bertemu lagi. Kontak-kontakan pun jarang hanya sebatas lewat BBM atau SMS, dan itu frekuensinya bisa di hitung dengan jari.

Entah ini perasaanku atau memang kenyataan, tapi aku merasa mbak Diyan menghindar dariku. Biasanya saat mengobrol lewat BBM dia suka menceritakan banyak hal, dan bercanda tentang apapun. Tapi belakangan ini, dia suka berdiam diri dan terlalu mau bicara banyak di BBM. Waktu ku tanya pun dia tak mau menjawab, dia hanya bilang "gapapa kok" dan "santai saja". Jawaban ini membuatku semakin merasa bersalah, apakah ada hal yang kurang sopan yang telah ku lakukan pada mbak Diyan? Ataukah bercandaanku waktu kami di salon saat rias wisuda sudah sangat keterlaluan? Aku berkali-kali meminta maaf pada mbak Diyan dan berharap hubungan persahabatan kami bisa kembali baik seperti dulu. Tapi ekspresinya tetap sama..'datar'. Dia sudah tak mau lagi banyak bercerita kepadaku bahkan menanggapi candaanku. Mungkin memang aku yang salah, terkadang sikapku memang keterluan, atau mungkin bersahabat denganku hanya menyakiti hati mbak Diyan? Saat ini aku sangat merindukan sosok mbak Diyan, sosoknya yang polos dan ceria yang mampu mewarnai hari-hariku dengan guyonannya yang khas. Aku gak menyangka semua itu kini hanya tinggal kenangan.

Suatu hari, entah itu kapan. Aku harap mbak Diyan membaca tulisan ini dan aku ingin 
bilang :
"Aku minta maaf mbak kalau ada sikap dan perkataanku yang sudah menyakiti mbak. Aku pengen kita bisa kayak dulu lagi mbak, jalan-jalan bareng, bercanda bareng, sholat bareng dan saling berbagi cerita. Maaf mbak, aku nggak bisa menahan air mata ini, rasanya sedih sekali kalau kita nggak bisa seakrab dulu. Bagiku mbak bukan hanya sekedar sahabat tapi juga saudaraku. Sekali lagi maafkan atas semua sikapmu yang mungkin telah menyakiti mbak. Semoga mbak selalu bahagia dimanapun mbak berada."






0 komentar:

Posting Komentar

Cari Informasi di Wikipedia

Hasil penelusuran