Malam ini saya baru saja mengalami hal yang tidak menyenangkan. Okelah saya ingin share sedikit tentang "pelayanan pelanggan yang buruk" atau dalam bahasa inggris disebut "bad customer service". Awal mulanya minggu lalu kakak saya membeli kartu internet simpati di (sebut saja) "Longor cell" yang terletak di daerah Tapen, Kudu - Jombang. Kartu simpati itu menurut penuturan yang punya counter telah di setting dalam program "simpati bundling data" yang mana kuotanya adalah 1,5 GB perbulan. Jadi total keseluruhan sekitar 4,5 GB. Kartu itu di depannya ada kertas print gitu yang udah ditulisin dan menunjukkan kuotanya. Harganya dibanderol 50 ribu rupiah. Padahal neh kalo kita mau maketin sendiri gak sampe kok harganya segitu.
Jumat, 03 April 2015
Minggu, 04 Januari 2015
Andai Cinta Itu Sederhana
Andai
cinta itu sederhana, mungkin tak akan ada yang terluka.
Andai hanya cukup dengan kata "cinta"
kita bisa bersama pasti semua akan terasa indah.
Cinta..adalah satu kata dengan banyak makna.
Ada yang memaknai cinta dengan sayang, kasih,
damai, menentramkan, menyejukkan dan lain sebagainya.
Sebagai orang awam, akupun tak tau makna cinta
yang sebenarnya.
Aku tak tau apa itu cinta?
Aku mencoba mencari arti cinta sepanjang hidup
ini.
Tapi yang aku tahu, cinta telah berubah dari
waktu ke waktu.
Saat aku masih kecil dan bertumbuh, cinta adalah
sama-sama suka
Aku suka, kamu suka aku maka kita saling
cinta..cukup sederhana.
Tapi sekarang saat aku dewasa cinta telah
berubah..
Cinta telah menunjukkan tuntutannya..
Seseorang tidak bisa saling cinta hanya karena
atas dasar "suka".
Cinta menuntut untuk seiman, seagama, satu suku,
satu ras, satu bangsa, satu adat, satu kasta dan lain-lainnya.
Sabtu, 27 Desember 2014
Can't say anything..About religion and love!
Malam ini, malam yang dingin ini
aku ingin mencurahkan sebagian isi hatiku. Kemarin tanggal 26 Desember tepat
sebulan aku berpisah dengan orang yang aku sayangi. Kejadiannya begitu cepat
dan memang kita harus mengambil keputusan tersebut. Aku tak bisa berbuat
apa-apa. Mau bagaimana lagi, kita beda agama. Kita nggak mungkin bisa bersama.
Sebenarnya aku masih menyayanginya, tapi aku juga membencinya setelah kejadian
itu. Karena aku tau cintanya tak seberapa besar kepadaku. Sudahlah, aku ingin
mengubur semua masa lalu ku bersamanya. Seperti kata lagu Ayu ting-ting “Yang
sudah ya sudahlah”, yaudahlah biarkan kisah itu berlalu, seiring berjalannya
waktu aku akan melupakanmu. Aku nggak tau, aku bingung dengan kisah cintaku
selama ini.
Kenapa cintaku tidak pernah berakhir dengan bahagia? Lalu kapan? Adakah yang bisa menjelaskan hal itu padaku? Mungkin aku kurang berdoa, dan mungkin juga aku kurang bersyukur atas segala hal yang aku punya. Sekarang yang bisa aku lakukan hanyalah aku ingin memasrahkan semua pada Allah, aku percaya Allah akan mempertemukan aku dengan jodohku disaat yang tepat.
Kenapa cintaku tidak pernah berakhir dengan bahagia? Lalu kapan? Adakah yang bisa menjelaskan hal itu padaku? Mungkin aku kurang berdoa, dan mungkin juga aku kurang bersyukur atas segala hal yang aku punya. Sekarang yang bisa aku lakukan hanyalah aku ingin memasrahkan semua pada Allah, aku percaya Allah akan mempertemukan aku dengan jodohku disaat yang tepat.
Label:
curhat
Selasa, 07 Oktober 2014
Kita (masih) Sahabat, kan?
Belakangan ini aku bingung dengan sahabatku yang bernama mbak Diyan Opka Vandisia. Ya aku tak tahu kenapa sikapnya berubah begitu dingin kepadaku.
Sebelumnya akan aku ceritakan siapa dia, mbak Diyan adalah teman kuliahku saat S1 di jurusan Ilmu Informasi dan Perpustakaan Universitas Airlangga Surabaya. Orangnya polos, baik hati dan suka sekali menolong orang lain. Hal positif yang aku dapat dari dia adalah dia selalu berpikir positif tentang orang lain yang ada di sekitarnya.Bahkan, jarang ku temui dia menjelek-jelekkan orang lain. Ya.. mbak Diyan adalah sosok sahabat yang baik, sangat baik malah.Sedangkan aku tak sebanding dengannya. Banyak sifat buruk yang aku miliki tapi mbak Diyan masih mau dengan senang hati menerimaku sebagai sahabatnya. Aku benar-benar bersyukur memiliki sahabat baik seperti dia.
Sebelumnya akan aku ceritakan siapa dia, mbak Diyan adalah teman kuliahku saat S1 di jurusan Ilmu Informasi dan Perpustakaan Universitas Airlangga Surabaya. Orangnya polos, baik hati dan suka sekali menolong orang lain. Hal positif yang aku dapat dari dia adalah dia selalu berpikir positif tentang orang lain yang ada di sekitarnya.Bahkan, jarang ku temui dia menjelek-jelekkan orang lain. Ya.. mbak Diyan adalah sosok sahabat yang baik, sangat baik malah.Sedangkan aku tak sebanding dengannya. Banyak sifat buruk yang aku miliki tapi mbak Diyan masih mau dengan senang hati menerimaku sebagai sahabatnya. Aku benar-benar bersyukur memiliki sahabat baik seperti dia.
Minggu, 25 Mei 2014
Manten-manten cilik
Kemaren aku pergi ke nikahan
tetanggaku ya semacam walimahan gitu lihat prosesi serah-temu manten (red :
pengantin dalam bahasa Jawa). Disana aku bertemu dengan teman-teman sebayaku di
desaku dan teman-teman yang umurnya dibawahku. Aku lihat mereka sudah pada
gendong anak, wiih hebat ya. Aku saja di umur 24 tahun ini masih belum apa-apa,
jangankan gendong anak atau lamaran, punya pacar aja belum.. hehehe (curcol).
Kamis, 22 Mei 2014
Larangan Memotret di Butik!!!
Kemarin gue mengalami peristiwa yang
cukup membuat gue sebel. Gimana nggak sebel coba, pas lagi asyik-asyiknya gue
sama keluarga gue pergi ke salah butik di kota Jombang, sembari nunggu nyokap
nyobain baju gue iseng-iseng motret depan kaca. Satu dua kali sih aman-aman aja
tuh suasana tenang terkendali, pegawai tokony juga fine-fine aje liat gue
jepret-jepret di butik itu. Nah pas yang ketiga gue motret, di tempat deket
pintu butik eh gue di samperin sama m̶a̶k̶
̶l̶a̶m̶p̶i̶r̶ pegawai butik berambut cepak yang s̶o̶n̶g̶o̶n̶g̶
cantik abis. Dia bilang "mbak, disini dilarang mengambil
foto/memotret." Gue ya langsung aja ngelirik tuh orang sambil n̶y̶i̶n̶y̶i̶r̶ ngacir.
Secara daritadi gue motret baik-baik aja tuh, kagak ada yang komplain, nah
kenapa pas dateng si pegawai a̶l̶i̶e̶n̶ itu langsung aja nyerocos
dilarang motret?
Jumat, 21 Februari 2014
KKN Story
Pengalaman KKN
kemarin sungguh membekas di hati. Awalnya saat akan berangkat KKN pada tanggal
21 Januari 2014 aku merasa sangat sedih karena akan meninggalkan kehidupanku yang normal dan "serba ada" menuju ke pedalaman desa yang bisa dibilang "sederhana". Namun
pemikiranku berubah sejak aku datang ke desa Taman, Sampang-Madura dan
menikmati hari-hari KKN ku disana.
keterangan : foto diambil saat survey (hanya sebagian mahasiswa yang ikut)
Cerita berawal dari rombongan KKN ku yang berjumlah 16 mahasiswa dan kami berasal dari jurusan serta angkatan yang berbeda-beda, sayangnya ada satu orang temanku harus pulang duluan dan tidak bisa melanjutkan KKN karena alasan akademik, sehingga jumlahnya jadi 15 orang. Tentu saja tak mudah menyatukan isi kepala 15 orang yang berbeda namun syukurlah tidak banyak konflik yang terjadi. Oh ya nama 15 orang temanku itu Istiq, Apsari, Candra, Della, Tya, Dini, Yuan, Fonda, Icha, Risty, Diaz, Ilmi, Adit, Allan dan Wahyu.
Cerita berawal dari rombongan KKN ku yang berjumlah 16 mahasiswa dan kami berasal dari jurusan serta angkatan yang berbeda-beda, sayangnya ada satu orang temanku harus pulang duluan dan tidak bisa melanjutkan KKN karena alasan akademik, sehingga jumlahnya jadi 15 orang. Tentu saja tak mudah menyatukan isi kepala 15 orang yang berbeda namun syukurlah tidak banyak konflik yang terjadi. Oh ya nama 15 orang temanku itu Istiq, Apsari, Candra, Della, Tya, Dini, Yuan, Fonda, Icha, Risty, Diaz, Ilmi, Adit, Allan dan Wahyu.
Kami menempati
rumah saudara Kepala Desa, dalam satu rumah tersebut tempat tidur cowok dan cewek dipisahkan oleh
lemari. Ada banyak hal yang terjadi selama masa KKN, mungkin terlalu panjang
jika aku ceritakan semua, jadi aku hanya akan menceritakan hal-hal apa saja
yang menarik menurutku. Pada dasarnya aku orang pendiam, aku lebih suka
mengamati dan menganalisis keadaan yang ada diantara teman-teman. Ada yang
keras kepala, ada yang super baik namun sering jadi bahan ejekan, ada yang anak
manja, ada yang tidak suka sayur, ada yang cerewet, ada juga yang sering
ditindas, dan ada juga yang cuek-cuek saja, semua karakter yang berbeda dari
teman-teman itu mewarnai perjalanan KKN selama satu bulan di desa Taman.
Langganan:
Postingan (Atom)
Cari Informasi di Wikipedia
Hasil penelusuran








