Belakangan ini aku bingung dengan sahabatku yang bernama mbak Diyan Opka Vandisia. Ya aku tak tahu kenapa sikapnya berubah begitu dingin kepadaku.
Sebelumnya akan aku ceritakan siapa dia, mbak Diyan adalah teman kuliahku saat S1 di jurusan Ilmu Informasi dan Perpustakaan Universitas Airlangga Surabaya. Orangnya polos, baik hati dan suka sekali menolong orang lain. Hal positif yang aku dapat dari dia adalah dia selalu berpikir positif tentang orang lain yang ada di sekitarnya.Bahkan, jarang ku temui dia menjelek-jelekkan orang lain. Ya.. mbak Diyan adalah sosok sahabat yang baik, sangat baik malah.Sedangkan aku tak sebanding dengannya. Banyak sifat buruk yang aku miliki tapi mbak Diyan masih mau dengan senang hati menerimaku sebagai sahabatnya. Aku benar-benar bersyukur memiliki sahabat baik seperti dia.
Selasa, 07 Oktober 2014
Minggu, 25 Mei 2014
Manten-manten cilik
Kemaren aku pergi ke nikahan
tetanggaku ya semacam walimahan gitu lihat prosesi serah-temu manten (red :
pengantin dalam bahasa Jawa). Disana aku bertemu dengan teman-teman sebayaku di
desaku dan teman-teman yang umurnya dibawahku. Aku lihat mereka sudah pada
gendong anak, wiih hebat ya. Aku saja di umur 24 tahun ini masih belum apa-apa,
jangankan gendong anak atau lamaran, punya pacar aja belum.. hehehe (curcol).
Kamis, 22 Mei 2014
Larangan Memotret di Butik!!!
Kemarin gue mengalami peristiwa yang
cukup membuat gue sebel. Gimana nggak sebel coba, pas lagi asyik-asyiknya gue
sama keluarga gue pergi ke salah butik di kota Jombang, sembari nunggu nyokap
nyobain baju gue iseng-iseng motret depan kaca. Satu dua kali sih aman-aman aja
tuh suasana tenang terkendali, pegawai tokony juga fine-fine aje liat gue
jepret-jepret di butik itu. Nah pas yang ketiga gue motret, di tempat deket
pintu butik eh gue di samperin sama m̶a̶k̶
̶l̶a̶m̶p̶i̶r̶ pegawai butik berambut cepak yang s̶o̶n̶g̶o̶n̶g̶
cantik abis. Dia bilang "mbak, disini dilarang mengambil
foto/memotret." Gue ya langsung aja ngelirik tuh orang sambil n̶y̶i̶n̶y̶i̶r̶ ngacir.
Secara daritadi gue motret baik-baik aja tuh, kagak ada yang komplain, nah
kenapa pas dateng si pegawai a̶l̶i̶e̶n̶ itu langsung aja nyerocos
dilarang motret?
Jumat, 21 Februari 2014
KKN Story
Pengalaman KKN
kemarin sungguh membekas di hati. Awalnya saat akan berangkat KKN pada tanggal
21 Januari 2014 aku merasa sangat sedih karena akan meninggalkan kehidupanku yang normal dan "serba ada" menuju ke pedalaman desa yang bisa dibilang "sederhana". Namun
pemikiranku berubah sejak aku datang ke desa Taman, Sampang-Madura dan
menikmati hari-hari KKN ku disana.
keterangan : foto diambil saat survey (hanya sebagian mahasiswa yang ikut)
Cerita berawal dari rombongan KKN ku yang berjumlah 16 mahasiswa dan kami berasal dari jurusan serta angkatan yang berbeda-beda, sayangnya ada satu orang temanku harus pulang duluan dan tidak bisa melanjutkan KKN karena alasan akademik, sehingga jumlahnya jadi 15 orang. Tentu saja tak mudah menyatukan isi kepala 15 orang yang berbeda namun syukurlah tidak banyak konflik yang terjadi. Oh ya nama 15 orang temanku itu Istiq, Apsari, Candra, Della, Tya, Dini, Yuan, Fonda, Icha, Risty, Diaz, Ilmi, Adit, Allan dan Wahyu.
Cerita berawal dari rombongan KKN ku yang berjumlah 16 mahasiswa dan kami berasal dari jurusan serta angkatan yang berbeda-beda, sayangnya ada satu orang temanku harus pulang duluan dan tidak bisa melanjutkan KKN karena alasan akademik, sehingga jumlahnya jadi 15 orang. Tentu saja tak mudah menyatukan isi kepala 15 orang yang berbeda namun syukurlah tidak banyak konflik yang terjadi. Oh ya nama 15 orang temanku itu Istiq, Apsari, Candra, Della, Tya, Dini, Yuan, Fonda, Icha, Risty, Diaz, Ilmi, Adit, Allan dan Wahyu.
Kami menempati
rumah saudara Kepala Desa, dalam satu rumah tersebut tempat tidur cowok dan cewek dipisahkan oleh
lemari. Ada banyak hal yang terjadi selama masa KKN, mungkin terlalu panjang
jika aku ceritakan semua, jadi aku hanya akan menceritakan hal-hal apa saja
yang menarik menurutku. Pada dasarnya aku orang pendiam, aku lebih suka
mengamati dan menganalisis keadaan yang ada diantara teman-teman. Ada yang
keras kepala, ada yang super baik namun sering jadi bahan ejekan, ada yang anak
manja, ada yang tidak suka sayur, ada yang cerewet, ada juga yang sering
ditindas, dan ada juga yang cuek-cuek saja, semua karakter yang berbeda dari
teman-teman itu mewarnai perjalanan KKN selama satu bulan di desa Taman.
Minggu, 03 November 2013
Ketika arti pertemanan mulai dilupakan..
Aku menulis ini bukan atas dasar aku marah, justru aku
tengah merasa berbahagia dengan keadaanku sekarang. Kali ini aku akan
menceritakan kisah pertemananku saat masih duduk di bangku kuliah, masalah
pasti tetap ada tapi semua bisa kami lalui, namun hari ini semua tampak
berbeda.
Kami berjumlah Sembilan orang, kami terbentuk secara tidak
sengaja saat kampus mengadakan acara BPS. Apa itu BPS? BPS adalah singkatan
dari Bakti Pustaka, kegiatan ini mewajibkan seluruh mahasiswa dari tiap prodi
untuk ikut serta berpatisipasi. Sayangnya, acara ini kurang begitu terorganisir yang membuat aku dan teman-temanku menentang keras acara ini diadakan.
Senin, 01 Juli 2013
Tak Ada Cinta Tanpa Pengorbanan..
Yeah,
ini berarti cinta itu seringkali di identikkan dengan pengorbanan. Dan untukku
tidak terhitung lagi berapa pengorbanan yang sudah ku lakukan, betapa seringnya
aku berbesar hati untuk memaafkan setiap kesalahan dan mencoba memahami
kesibukan yang dijalaninya. Terkadang aku pikir apakah hal itu masih kurang
untuk membuktikan cintaku? Selama ini aku juga tidak menuntut materi lebih
seperti gadis-gadis lainnya, aku tak pernah minta dibelikan ini itu karena aku
memang butuh cinta bukan uang. Lalu sekarang apakah aku salah apabila aku hanya
menuntut perhatian? Ya, sejenak saja perhatian di sela-sela kesibukan yang
selama ini kamu jadikan alasan. Aku selalu menunggu mu pulang dan sampai detik ini tidak satu haripun aku lalui tanpa memikirkanmu.
Love is a hurt things..!!
Label:
curhat
Introvert, but.. hey I am Happy..!!
Hari
ini tanggal satu Juli, airmata tak hentinya keluar dari mata ini, tenggorokanku
tersekat dan dadaku terasa sesak. Aku tak mengerti dengan semua yang terjadi, aku
berusaha mengernyitkan dahi dan mencoba mengingat semua hal yang telah ku
lalui. Yah, ternyata aku telah kehilangan segalanya. Yang aku maksud segalanya
adalah orang-orang yang ada disampingku, yang selalu menguatkanku, tempat aku
mencurahkan tangis dan bahagia, mereka sudah tak ada lagi. Mereka pergi.
Label:
curhat
Langganan:
Postingan (Atom)
Cari Informasi di Wikipedia
Hasil penelusuran









